Apa saja Kesalahan dalam Mobile App Development yang Harus Dihindari?

Tentu Anda tidak ingin ada kesalahan saat mengerjakan proyek pengembangan aplikasi mobile bukan? Jadi mari kita lihat apa yang bisa salah dengan proyek pengembangan aplikasi seluler.
(1) Meremehkan visual

Pepatah dari mata ke hati tampaknya juga berlaku untuk aplikasi seluler.

Aplikasi visual mobile yang tidak menarik di mata pengguna cenderung sulit untuk disaingi. Karena itu, kesan pertama harus istimewa. Aplikasi seluler Anda harus dapat menarik perhatian pengguna pada pandangan pertama.

Biarkan tim Anda mendiskusikan masalah visual yang membuat aplikasi unik. Luangkan waktu untuk meneliti sehingga aplikasi Anda akan menarik banyak pengguna.
(2) tidak konsisten

Desain yang tidak konsisten bisa menjadi masalah di kemudian hari. Penggunaan warna yang berbeda pada setiap halaman, tipografi yang berbeda, dan pola navigasi yang berbeda dapat menumpuk dan menghasilkan desain yang tidak konsisten.

Inkonsistensi ini tidak baik untuk masa depan, jadi cobalah untuk menyerahkan masalah desain UI

dan UX kepada para ahli. Di AsiaQuest Indonesia kami merancang aplikasi seluler agar sejalan dengan tren desain terbaru. Desainer UI / UX kami memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang ini dan secara konsisten menerapkan tren desain modern dan kontemporer.
(3) Salin dan tempel situs web

Intinya, Anda membuat aplikasi seluler yang berfungsi persis seperti situs web. Padahal persyaratan UX situs web dan aplikasi seluler sangat berbeda. Aplikasi seluler bukanlah situs web mini. Saat Anda membuat aplikasi seluler, salin dan tempel semua fungsi dan konten dari situs web. Aplikasi seluler Anda kemudian akan memiliki UI/UX yang buruk.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan penyederhanaan saat membangun aplikasi seluler. Catat fitur mana yang ingin Anda hapus dari aplikasi seluler. Fungsi mana yang harus dihilangkan agar tidak mempersulit kerja aplikasi seluler.
(4) Abaikan ulasan pengguna

Anggap ulasan pengguna sebagai kritik membangun terhadap kemajuan aplikasi seluler Anda.

Oleh karena itu, sebagai pengembang, Anda harus memperhatikan apa yang dikeluhkan pengguna saat menggunakan aplikasi yang Anda bangun.

Ke depan, Anda dapat menentukan area yang perlu ditingkatkan dan area mana yang perlu ditingkatkan lebih lanjut.
(5) Jangan perbarui

Kritik dan saran dari pengguna dapat menjadi bahan untuk Anda melakukan perbaikan, baik itu untuk meningkatkan fitur, menambah / menghapus fitur, memperbaiki bug, dll. Semua hal tersebut dapat dikembalikan kepada pengguna dengan memberikan pembaruan aplikasi.
(6) Jangan menguji pada beberapa perangkat

Saat ini ada banyak sekali jenis perangkat smartphone yaitu smartphone dan tablet. Smartphone dan tablet ini hadir dalam ukuran dan resolusi layar yang berbeda, yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang mobile agar dapat membuat aplikasi mobile yang loading dengan baik di semua jenis perangkat.

Sayangnya, beberapa pengembang seluler tidak menguji aplikasi di banyak perangkat, sehingga terkadang aplikasi dapat dibuka dengan lancar di Android tetapi tidak di iOS. Ada yang terlihat bagus saat dibuka di layar 6″, ternyata berantakan saat dibuka di layar 5″, dll.
Hindari kesalahan dalam proyek pengembangan untuk aplikasi seluler

Saat ini, pengguna seluler mengungguli pengguna desktop. Lalu lintas yang dihasilkan oleh pengguna seluler jauh lebih besar daripada pengguna desktop. Oleh karena itu, Anda harus bisa memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Lebih banyak lalu lintas di browser seluler berarti peluang penjualan yang lebih besar.

Ketika Anda sudah siap dengan ide cemerlang dan anggaran yang masuk akal, yang Anda butuhkan sekarang hanyalah peta jalan untuk memulai proyek pengembangan aplikasi seluler Anda sendiri. Jika Anda merasa baru di bidang ini, Anda selalu dapat menghubungi konsultan TI yang Anda percaya.

Lihat Juga :

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/
https://jurubicara.id/
https://psyline.id/
https://liga-indonesia.id/
https://officialjimbreuer.com/
https://rollingstone.co.id/